KOMPONEM - KOMPONEM KURIKULUM
I.
PENDAHULUAN
Kurikulum
sebagai suatu system memiliki komponen-komponen yang saling berkaitan antara
satu dengan yang lainnya, yakni tujuan, materi, metode, media dan evaluasi.
Komponen-komponen tersebut baik secara sendiri maupun bersama menjadi dasar
utama dalam upaya mengembangkan system pembelajaran.
Suat(u
kurikulum harus memiliki kesesuaian atau relevansi. Kesesuaian ini meliputi dua
hal. Pertama kesesuaian antara kurikulum dengan tuntutan,
kebutuhan, kondisi dan perkembangan masyarakat. Kedua kesesuaian
antar komponen-komponen yaitu isi sesuai tujuan, proses sesuai isi dan tujuan,
demikian juga evaluasi sesuai dengan proses, isi dan tujuan kurikulum.
Oleh karena itu makalah ini akan
membahas komponen-komponen kurikulum.
II.
RUMUSAN MASALAH
A. Apa pengertian
dari komponen kurikulum?
B. Apa saja
komponen-komponen kurikulum?
III.
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Komponen Kurikulum
Kurikulum
adalah perangakat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh
suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang
akan diberikan kepada peserta didik dalam satu periode jenjang pendidikan.
Salah satu fungsi
kurikulum ialah sabagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang pada
dasarnya kurikulum memiliki komponen-komponen yang saling berkaitan dan
berinteraksi satu sama lainnya dalam rangka mencapai tujuan tersebut.
Komponen
merupakan satu system dari berbagai komponen yang saling berkaitan dan tidak
bisa dipisahkan satu sama lainnya, sebab kalau satu komponen saja tidak ada
atau tidak berjalan sebagaimana mestinya.
B. Komponen-komponen
kurikulum
Dilihat dari uraian
structural kurikulum, ada 4 komponen utama yakni:
1. Tujuan
2. Isi atau materi
3. Strategi
pelaksanaan
4. Evaluasi
Ke empat
komponen tersebut saling berkaitan satu sama lainnya sehingga merefleksikan
satu kesatuan yang utuh sebagai program pendidikan. Berikut ini uraian tentang
keempat komponen tersebut :
1.
Tujuan
Kurikulum
Pada hakikatnya
tujuan kurikulum merupakan tujuan dari setiap program pendidikan yang akan
diberikan kepada anak didik, karena kurikulum adalah alat untuk mencapai tujuan
pendidikan.
Tujuan
pendidikan secara umum dijabarkan dari falsafah bangsa, yakni pancasila.
Pendidikan nasional berdasarkan pancasila bertujuan meningkatkan kualitas
manusia Indonesia, yakni manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan. Makna
tujuan umum pendidikan tersebut pada hakikatnya membentuk manusia Indonesia
yang mandiri dalam konteks kehidupan pribadi, masyarakat berbangsa dan
bernegara, serta berkehidupan sebagai makhluk yang berketuhanan yang maha esa.
Berdasarkan
hakikat dari tujuan pendidikan tersebut dijabarkan menjadi tujuan kurikulum
mulai dari tujuan kelembagaan pendidikan, tujuan setiap mata pelajaran atau
bidang studi sampai kepada tujuan instruksional. Sebelum menetapkan dan
menyusun isi kurikulum, strategi pelaksanaan dan evaluasi kurikulum, terlebih
dahulu harus ditetapkan rumusan tujuannya, sebab:
a. Tujuan
berfungsi menentukan arah dan corak kegiatan pendidikan
b. Tujuan menjadi
indicator dari keberhasilan pelaksanaan pendidikan, dan
c. Tujuan menjadi
pegangan dalam setiap usaha dan tindakan dari pelaksana pendidikan.
Tujuan
kelembagaaan pendidikan dinamakan dengan tujuan institusional, sebagaimana
diuraikan berikut ini:
a. Tujuan
Institusional
Yang dimaksud dengan
tujuan institusional adalah tujuan yang harus dicapai oleh suatu lembaga
pendidikan, artinya apa yang seharusnya dimiliki siswa telah menamatkan lembaga
pendidikan tersebut. Oleh karena itu tujuan institusioanal merupakan kemampuan
yang diharapkan untuk dimiliki siswa (anak didik) setelah mereka menyelesaikan
program studinya pada lembaga tersebut.
b. Tujuan
Kurikuler
Tujuan
kurikuler merupakan penjabaran dari tujuan institusional atau kelembagaan
terdahulu, dan tujuan kurikuler ini bersifat lebih khusus dibandingkan dengan
tujuan institusional. Tujuan kurikuler adalah tujuan bidang studi atau mata
pelajaran sehingga harus mencerminkan hakikat keilmuan yang ada didalam bidang
studi itu. Bila dilihat secara operasional, maka tujuan kurikuler adalah
rumusan kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki anak didik setelah
menyelesaikan atau mempelajari satu bidang studi atau mata pelajaran tersebut.
c. Tujuan
Instruksional
Sebagaimana
dikatakan bahwa tujuan kurikuler merupakan penjabaran dari tujuan
institusional, mak atujuan instruksioanl ini merupakan penjabaran dari tujuan
kurikuler. Tujuan instruksioanal ini merupakan yang paling langsung dihadapakan
kepada anak didik dalam proses belajar mengajar. Setiap bahan atau materi yang
disampaikan dalam jam-jam tertentu memiliki tujuan masing-masing, dan harus
menggambarkan kemampuan apa yang akan dicapai siswa setelah mereka mempelajari
materi yang disajikan tersebut.
Hilda Taba
mengemukakan sumber tujuan itu adalah “ kebudayaan, masyarakat, individu, mata
pelajaran, dan disiplin ilmu”. Fungsi pendidikan dapat dipandang sebagai
pengawet dan penerus kebudayaan agar peserta didik menjadi anggota masyarakat
sesuai dengan pandangan hidup atau falsafah bangsa dan negara.
Kurikulum harus
mengutamakan anak sebagai sumber utama dalam pengembangan tujuan dalam bentuk
kurikulum yang “child centered” . Antara anak dan masyarakat selalu terdapat
interaksi, karena anak hidup dalam masyarakat dan memperoleh tujuan hidupnya
dari masyarakat. Aspek pengetahuan masih tetap merupakan tujuan utama yang
diperoleh melalui berbagai mata pelajaran. Aspek inilah yang dapat membawa anak
kepada tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
2.
Isi dan
Struktur Kurikulum
Isi berkaitan
dengan pengetahuan ilmiah dan pengalaman belajar yang harus diberikan kepada
siswa dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Untuk menentukan isi kurikulum
tersebut harus disesuaikan dengan tingkat dan jenjang pendidikan, perkembangan
yang terjadi dalam masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
disamping juga tidak terlepas dari kaitannya dengan kondisi peserta didik
(psikologi anak) pada setiap jenjang pendidikan tersebut.
Kriteria
pemilihan isi kurikulum dapat mempertimbangkan sebagai berikut:
a. Sesuai tujuan
yang ingin dicapai
b. Sesuai dengan
tingkat perkembangan peserta didik
c. Bermanfaat bagi
peserta didik, masyarakat, bangsa dan negara baik untuk masa sekarang maupun
masa yang akan datang.
d. Sesuai dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
3.
Strategi
pelaksanaan kurikulum
Strategi
pembelajaran dalam pelakasanaan suatu kurikulum adalah cara yang digunakan
untuk menyampaikan materi pelajaran dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran.
Suatu strategi pembelajaran mengandung pengertian terlaksananya kegiatan guru
dan kegiatan siswa dalam proses pembelajaran. Mutu prose situ banyak sekali
bergantung pada kemampuan guru dalam menguasai dan mengaplikasikan teori-teori
keilmuan pendidikan.
Oleh karena itu
kemampuan strategi pelaksanaannya memegang peranan penting. Bagaiamana baiknya
perencanaan kurikulum, tanpa diwujudkan implementasinya secara maksimal tidak
akan membawa hasil yang diharapkan. Guru harus mampu memilih pendekatan dan
metode pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pemebelajaran.
Metede
menempati fungsi penting dalam implementasi kurikulum, karena memuat
tugas-tugas yang perlu dikerjakan oleh siswa dan guru.
Dalam
hubungannya dengan pendekatan pembelajaran, ada tiga alternatif yang dapat
digunakan, yakni:
a.
Pendekatan yang berpusat pada mata pelajaran (matter
center).
Penyampaian
dilakukan melalui komunikasi antara guru dan siswa. Dalam rangkaian komunikasi
tersebut dapat digunakan berbagai metode mengajar
b.
Pendekatan yang berpusat pada siswa (student
center).
c.
Pendekatan yang berorientasi pada kehidupan masyarakat
(social center).
Guru harus
mampu memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan tujuan, materi, siswa dan
komponen lain dalam pembelajaran sehingga proses belajar-mengajar berjalan
efektif.
Ada beberapa
unsur dalam strategi pembelajaran untuk melakasanakan suatu kurikulum,
yakni:
1. Tingkat dan
jenjang pendidikan
Dalam sistem
pendidikan kita dewasa ini ada tiga ketegori pendidikan foramal yakni
pendidikan dasar, pendidikan menengah (pertama dan atas) dan pendidikan tinggi.
Adanya perbedaan kategori jenis sekolah menyebabkan adanya perbedaan dalam hal
komponen kurikulum. Misalnya perbedaan tujuan institusional, perbedaan isi dan
strukutur pendidikan, perbedaan strategi pelaksanaan kurikulum, perbedaan
sarana kurikulum, perbedaan system evaluasi dan lain sebagainya.
2. Proses belajar
mengajar
Pada hakekatnya
pelaksaan kurikulum berfungsi untuk mempengaruhi anak didik untuk mencapai
suatu tujuan pendidikan. Proses belajar mengajar merupakan kegiatan nyata
mempengaruhi anak didik dalam suatu situasi yang memungkinkan terjadinya
interaksi antara anak didik denagn guru siswa dan siswa serta sisiwa dengan
lingkungan beljaranya. Komponen-komponen yang harus dipenuhi dalam kegiatan
belajra-mengajar mencapai tujuan pembelajaran adalah bahan pengajaran atau isi
pengajaran,metode mengajar dan alat bantu pengajaran serta penilaian dan
evaluasi.
3. Bimbingan
penyuluhan
Proses belajar
mengajar sebagai operasionalisasi dari kurikulum tidak semulus seperti yang
diharapkan. Siswa sering tidak menguasai materi sehingga tujuan pendidikan
tidak tercapai, maka upaya mengatsi kendala dengan diadakan kegiatan dinamakan
bimbingan penyuluhan yang ditangani oleh counselor.
4. Adminisrtasi
dan supervise
Pelaksanaan
kurikulum menuntut adanya upaya kerjasama yang terencana, terpola dan
terprogram agar tujuan pendidikan dapat tercapai optimal. Upaya tersebut
berkenaan dengan administrasi. Wujud operasional kegiatan ini mencakup bidang
pengajaran, bidang keuangan, hubungan sekolah dengan masyarakat. Sisi lain yang
erat dengan administrasi pendidikan ada;ah supervisi. Supevisi adalah bantuan
yang diberikan kepada seluruh staf, khususnya guru untuk mengembangkan proses
belajar mengajar yang efeektif dan efisien.
5. Sarana
kurikuler
Saran walaupun
bersifat teknis namun mempunyai kontribusi yang tinngi terhadap kurikulum.
Sarana kurikuler yang menunjang pelaksanaan kurikulum antara lain adalah sarana
instruksional, sarana material, sarana personil.
6. Evaluasi atau
penilaian
Penilaian
berfungsi sebagai control terhadap keberhasilan pembelajaran. Karena dari
evaluasi dapat diketahui tingkat penguasaan tujuan pengajaran oleh siswa dalam
hasil belajar yang dicapainya.
4.
Evaluasi
kurikulum
Evaluasi secara
etimologis berasal dari kata “evaluation” berarti “penilaian
terhadap sesuatu”. Evaluasi menurut B.S. Bloom seperti yang dikutip
Dryanto adalah pengumpulan fakta secara sistematis untuk menetapkan bahwa telah
terjadi perubahan dalam diri siswa dan menetapkan tingkat perubahan
tersebut. Evaluasi ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan-tujuan
yang telah ditentukan serta menilai proses pelaksanaan mengajar secara
keseluruhan.
Tiap kegiatan
akan memberikan umpan balik, demikian juga dalam pencapaian tujuan belajar dan
proses pelaksanaan mengajar. Secara umum evaluasi dibedakan menjadi dua yaitu:
a) Evaluasi hasil
belajar
Dalam lingkup
luas bahan dan jangka waktu belajar dibedakan antara evaluasi formatif dan
sumatif.
1) Evaluasi
Formatif
Ditujukan untuk
menilai pengusaan siswa terhadap tujuan-tujuan belajar atau kompetensi dasar
dalam jangka waktu yang relative pendek. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan
menengah evaluasi formatif digunakan untuk menilai penguasaan siswa setelah
siswa mempelajari satu pokok bahasan.
2) Evaluasi
Sumatif
Ditujukan untuk
menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan atau kompetensi yang lebih
luas, sebagai hasil usaha belajar dalam jangka waktu yang cukup lama. Seperti
satu semester, satu tahun atau selama jenjang pendidikan.
b) Evaluasi Proses
Pembelajaran
Komponen yang
dievaluasi dalam pembelajaran bukan hanya hasil belajar mengajar tetapi
keseluruhan pelaksanaan program pembelajaran, metode, media serta komponen
evaluasi pembelajaran. Untuk mengevaluasi komponen-komponen dan proses
pelaksanaan mengajar bukan hanya digunakan tes, tetapi digunakan bentuk-bentuk
non tes seperti observasi, studi documenter, angket dan lain-lain.
Ada beberapa
prinsip evaluasi pendidikan yang harus diperhatikan oleh evaluator dalam
menjalankan tugasnya. Prinsip tersebut adalah:
1. Evaluasi harus
mengacu pada tujuan pembelajaran
2. Evaluasi harus
dilaksanakan secara obyektif
3. Evaluasi harus
dilaksanakan secara komprehensif atau menyeluruh
4. Evaluasi harus
dilaksakan secara terus menerus (kontinyu)
Penilaian
dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah, berikut
penjelasannya:
Penilaian yang
dilakukan oleh pendidik dilaksanakan secara kontinyu yang dimaksudkan untuk
memantau proses, kemajuan dan hasil belajar siswa. Bentuk penilaian tersebut
bisa berupa ulangan harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester, dan
ujian kenaikan kelas.
Penilaian yang
dilakukan oleh satuan pendidikan bertujuan untuk menilai standar kompetensi
lulusan untuk semua mata pelajaran.
Adapun
penilaian yang dilakukan oleh pemerintah bertujuan untuk menilai pencapaian
kompetensi lulusan secara nasional terhadap beberapa mata pelajaran dalam
bentuk ujian akhir nasional berstandar nasional (UASBN).
IV.
KESIMPULAN
Kurikulum
adalah perangakat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh
suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang
akan diberikan kepada peserta didik dalam satu periode jenjang pendidikan.
Komponen
merupakan satu system dari berbagai komponen yang saling berkaitan dan tidak
bisa dipisahkan satu sama lainnya, sebab kalau satu komponen saja tidak ada
atau tidak berjalan sebagaimana mestinya
Empat komponen utama dalam kurikulum yakni:
1.
Tujuan kurikulum
Tujuan
pendidikan secara umum dijabarkan dari falsafah bangsa, yakni pancasila.
Pendidikan nasional berdasarkan pancasila bertujuan meningkatkan kualitas
manusia Indonesia, yakni manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan. Makna
tujuan umum pendidikan tersebut pada hakikatnya membentuk manusia Indonesia
yang mandiri dalam konteks kehidupan pribadi, masyarakat berbangsa dan
bernegara, serta berkehidupan sebagai makhluk yang berketuhanan yang maha esa.
2.
Isi atau materi kurikulum
Untuk
menentukan isi kurikulum tersebut harus disesuaikan dengan tingkat dan jenjang
pendidikan, perkembangan yang terjadi dalam masyarakat, perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, disamping juga tidak terlepas dari kaitannya dengan
kondisi peserta didik (psikologi anak) pada setiap jenjang pendidikan tersebut
3.
Strategi Pelaksanaan kurikulum
Strategi
pembelajaran dalam pelakasanaan suatu kurikulum adalah cara yang digunakan
untuk menyampaikan materi pelajaran dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran
4.
Evaluasi kurikulum
Evaluasi ditujukan untuk
menilai pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan serta menilai proses
pelaksanaan mengajar secara keseluruhan
Ke empat komponen tersebut saling
berkaitan satu sama lainnya sehingga merefleksikan satu kesatuan yang utuh sebagai
program pendidikan.
Nana Syaodih Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum Teori dan
Praktek (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010) hlm 102
http//infogratisfree.blogspot.com/…/pengertian-dan-komponen kurikulum.html
diunduh pada hari senin, 25 november 2013 pukul 10.10
Syafruddin Nurdin, dkk, Guru Profesional dan Implementasi
Kurikulum (Jakarta:Ciputat Press, 2003) hlm 51-53
Zainal Arifin, Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum,
(Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012) hlm 88
Ibid, hlm 54
Ibid, hlm 90
Zaini Muhammad, pengembangan kurikulum konsep implementasi evaluasi
dan inovasi,(Yoyakarta:Teras, 2009), hlm 86-90
Sudja’i Ahmad, pengembangan kurikulum, (Semarang: AKFI
media, 2013), hlm57
Pengembangan kurikulum merupakan proses yang tidak pernah berakhir karna proses tersebut meliputi perencanaan, implementasi, dan evaluasi.( Olivia, 1988 ).
BalasHapusTerimakasih pak saya sangat setuju👍👍👍👍
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapussetelah membaca komponen kkurikulum ini memang benar komponen merupakan bagian yg integral dan fungsional yg tidak terpisahkan dari suatu sistem kurikulum. karena komponen itu sendiri mmpunyai peranan yg sangat penting dlam pembentukan sistem kurikulum.. pada dasarnya kurikulum memang benar sebagai pedoman dan acuan bagi kita tenaga pendidik, tetapi tetap tergantung kepada pelaksanaan kurikulum yg trjadi di lapangan dan kurikulum harus senantiasa di kembangkan dan di sempurnakan agar sesuai dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi...
BalasHapusTerima kasih atas tanggapan nya semoga pendidik dapat melaksanakan perkembangan kurikulum dengan sempurna sesuai dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
HapusSetiap komponen harus saling berkaitan satu sama lain, bila salah satu komponen yang membentuk sistem kurikulum terganggu atau tidak berkaitan dengan komponannya, maka sistem kurikulum pun akan terganggu pula.
BalasHapusSangat setuju karena Kurikulum merupakan suatu sistem yang memiliki komponen – komponen tertentu.
HapusSetiap komponen harus saling berkaitan satu sama lain, bila salah satu komponen yang membentuk sistem kurikulum terganggu atau tidak berkaitan dengan komponannya, maka sistem kurikulum pun akan terganggu pula.
BalasHapusSangat setuju karena Kurikulum merupakan suatu sistem yang memiliki komponen – komponen tertentu.
Hapuskurikulum merupakan sebuah sistem yang terdiri dari beberapa komponen yang saling bersinergi satu dengan yang lainnya untuk mencapai suatu tujuan
BalasHapusLuas atau tidaknya suatu program evaluasi kurikulum sebenarnya ditentukan oleh tujuan diadakannya evaluasi kurikulum
BalasHapusKurikulum 2013 memiliki 4 komponen antara tujuan, materi/isi, metode/strategi pembelajaran serta evaluasi.semua komponen tersebut memiliki keterkaitan yang erat satu dengan lain
BalasHapusSalah satu dari komponen kurikulum adalah strategi pembelajaran.strategi pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran. Artinya seorang pendidik harus mampu merancang pembelajaran sedemikian rupa dengan berbagai pendekatan,metode,model pembelajaran sehingga dalam proses pembelajaran peserta didik mendapatkan pengalaman yang bermakna serta menyenangkan sehingga peserta didik termotivasi untuk belajar dan dengan proses yang baik pasti akan menghasilkan capaian yang baik pula
BalasHapuskurikulum merupakan suatu sistem dimana setiap komponennya memiliki peranan dan fungsi masing masing sehingga setiap komponen tersebut akan berkaitan satu sama lainnya
BalasHapusHasil-hasil evaluasi kurikulum digunakan oleh guru-guru, kepala sekolah dan para pelaksana pendidikan lainnya dalam memahami dan membantu perkembangan peserta didik, memilih bahan pelajaran, memilih metode dan alat-alat bantu pelajaran, cara penilaian serta fasilitas pendidikan lainnya
BalasHapusMateri kurikulum pada hakekatnya adalah isi kurikulum. Dalam Undang-Undang Pendidikan, tentang Sistem Pendidikan Nasional telah ditetapkan bahwa...”Isi kurikulum menerapkan kajian dan pelajaran untuk mencapai tujuan penyelenggaraan satuan pendidikan yang bersangkutan dalam rangka upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional
BalasHapusAntara satu komponen dengan komponen lainnya tidak dapat dipisahkan agar pengembangan kurikulum berjalan semestinya.(Waiting for my blog,pleas)
BalasHapusSegala sesuatu yang telah diprogramkan akan dilaksanakan dalam proses belajar mengajar. Dalam kegiatan belajar mengajar akan melibatkan semua komponen pengajaran, kegiatan belajar akan menentukan sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai.
BalasHapusDalam kurikukum k13 strategi pembelajaran apa yang bagus untuk di gunakan oleh guru agar mencapai hasil yang maksimal?
BalasHapusNah, komponen yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya, yakni tujuan, materi, metode, media dan evaluasi. 😊
BalasHapusKomponen kurikulum sangat bermanfaat bagi sekolah..untuk meningkatkan proses pembelajaran...
BalasHapusKurikulum 2013 lebih menekankan pada tiga ranah yang perlu dinilai, jika sudah dilaksanakan Kurikulum 2013 kemudian ketiga ranah tersebut yang digarisbawahi maka Ujian Nasional sudah bukan lagi acuan kelulusan.
BalasHapusjika salah satu komponen kurikulum di terapkan tidak sesuai standar, kemungkinan akan terjadi ketimpangan ilmu terhadap peserta didik..
BalasHapusmenurut saya ada kelebihan dan kekurangannya
BalasHapuskelebihannya dgn adanya globalisasi pendidikan indonesia harus mengikuti perkembangan jaman, dengan mengembangkan kurikulum sehingga mencetak anak bangsa yang mampu bersaing di tingkat internasional secara global.
kekuranggannya, perubahan kurikulum ini terlalu mendadak, bagaimana tidak baru saja beberapa tahun lalu ganti kurikulum, sekarang mau ganti lagi. dan dalam perubahan kurikulum ini selain membuat bingung guru dan siswa yang mana metode dan materi belajar akan banyak berubah, pemerintah harus mengeluarkan dana cukup banyak untuk mencetak buku sesuai kurikulum baru...
mungkin itu pendapat saya pribadi, sebagai siswa...
menurut hemat saya. Guru juga tidak pernah dilibatkan langsung dalam proses pengembangan kurikulum 2013. Pemerintah melihat seolah-olah guru dan siswa mempunyai kapasitas yang sama.
BalasHapusKurikulum 2013 tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global. . Untuk tingkat SD, penerapan sikap masih dalam ruang lingkup lingkungan sekitar, sedangkan untuk tingkat SMP penerapan sikap dituntut untuk diterapkan pada lingkungan pergaulannya dimanapun ia berada. Sementara itu, untuk tingkat SMA/SMK, dituntut memiliki sikap kepribadian yang mencerminkan kepribadian bangsa dalam pergaulan dunia.
BalasHapussaya setuju dengan adanya kurikulum K13 karena .Ada pengembangan karakter dan pendidikan budi pekerti yang telah diintegrasikan ke dalam semua program studi.
BalasHapus