Rabu, 25 Oktober 2017

MAGISTER PENDIDIKAN DASAR

KOMPONEM - KOMPONEM KURIKULUM


I.             PENDAHULUAN
Kurikulum sebagai suatu system memiliki komponen-komponen yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya, yakni tujuan, materi, metode, media dan evaluasi. Komponen-komponen tersebut baik secara sendiri maupun bersama menjadi dasar utama dalam upaya mengembangkan system pembelajaran.
Suat(u kurikulum harus memiliki kesesuaian atau relevansi. Kesesuaian ini meliputi dua hal. Pertama kesesuaian antara kurikulum dengan tuntutan, kebutuhan, kondisi dan perkembangan masyarakat. Kedua kesesuaian antar komponen-komponen yaitu isi sesuai tujuan, proses sesuai isi dan tujuan, demikian juga evaluasi sesuai dengan proses, isi dan tujuan kurikulum.
Oleh karena itu makalah ini akan membahas komponen-komponen kurikulum.
II.           RUMUSAN MASALAH
A.   Apa pengertian dari komponen kurikulum?
B.   Apa saja komponen-komponen kurikulum?

III.         PEMBAHASAN
A.   Pengertian Komponen Kurikulum
Kurikulum adalah perangakat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik dalam satu periode jenjang pendidikan.
Salah satu fungsi kurikulum ialah sabagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang pada dasarnya kurikulum memiliki komponen-komponen yang saling berkaitan dan berinteraksi satu sama lainnya dalam rangka mencapai tujuan tersebut.
Komponen merupakan satu system dari berbagai komponen yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya, sebab kalau satu komponen saja tidak ada atau tidak berjalan sebagaimana mestinya.

B.   Komponen-komponen kurikulum
  Dilihat dari uraian structural kurikulum, ada 4 komponen utama yakni:
1.   Tujuan
2.   Isi atau materi
3.   Strategi pelaksanaan
4.   Evaluasi
Ke empat komponen tersebut saling berkaitan satu sama lainnya sehingga merefleksikan satu kesatuan yang utuh sebagai program pendidikan. Berikut ini uraian tentang keempat komponen tersebut :
1.   Tujuan Kurikulum
Pada hakikatnya tujuan kurikulum merupakan tujuan dari setiap program pendidikan yang akan diberikan kepada anak didik, karena kurikulum adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan.
Tujuan pendidikan secara umum dijabarkan dari falsafah bangsa, yakni pancasila. Pendidikan nasional berdasarkan pancasila bertujuan meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yakni manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan. Makna tujuan umum pendidikan tersebut pada hakikatnya membentuk manusia Indonesia yang mandiri dalam konteks kehidupan pribadi, masyarakat berbangsa dan bernegara, serta berkehidupan sebagai makhluk yang berketuhanan yang maha esa.
Berdasarkan hakikat dari tujuan pendidikan tersebut dijabarkan menjadi tujuan kurikulum mulai dari tujuan kelembagaan pendidikan, tujuan setiap mata pelajaran atau bidang studi sampai kepada tujuan instruksional. Sebelum menetapkan dan menyusun isi kurikulum, strategi pelaksanaan dan evaluasi kurikulum, terlebih dahulu harus ditetapkan rumusan tujuannya, sebab:
a.    Tujuan berfungsi menentukan arah dan corak kegiatan pendidikan
b.   Tujuan menjadi indicator dari keberhasilan pelaksanaan pendidikan, dan
c.    Tujuan menjadi pegangan dalam setiap usaha dan tindakan dari pelaksana pendidikan.
Tujuan kelembagaaan pendidikan dinamakan dengan tujuan institusional, sebagaimana diuraikan berikut ini:
a.    Tujuan Institusional
Yang dimaksud dengan tujuan institusional adalah tujuan yang harus dicapai oleh suatu lembaga pendidikan, artinya apa yang seharusnya dimiliki siswa telah menamatkan lembaga pendidikan tersebut. Oleh karena itu tujuan institusioanal merupakan kemampuan yang diharapkan untuk dimiliki siswa (anak didik) setelah mereka menyelesaikan program studinya pada lembaga tersebut.
b.   Tujuan Kurikuler
Tujuan kurikuler merupakan penjabaran dari tujuan institusional atau kelembagaan terdahulu, dan tujuan kurikuler ini bersifat lebih khusus dibandingkan dengan tujuan institusional. Tujuan kurikuler adalah tujuan bidang studi atau mata pelajaran sehingga harus mencerminkan hakikat keilmuan yang ada didalam bidang studi itu. Bila dilihat secara operasional, maka tujuan kurikuler adalah rumusan kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki anak didik setelah menyelesaikan atau mempelajari satu bidang studi atau mata pelajaran tersebut.
c.    Tujuan Instruksional
Sebagaimana dikatakan bahwa tujuan kurikuler merupakan penjabaran dari tujuan institusional, mak atujuan instruksioanl ini merupakan penjabaran dari tujuan kurikuler. Tujuan instruksioanal ini merupakan yang paling langsung dihadapakan kepada anak didik dalam proses belajar mengajar. Setiap bahan atau materi yang disampaikan dalam jam-jam tertentu memiliki tujuan masing-masing, dan harus menggambarkan kemampuan apa yang akan dicapai siswa setelah mereka mempelajari materi yang disajikan tersebut.
Hilda Taba mengemukakan sumber tujuan itu adalah “ kebudayaan, masyarakat, individu, mata pelajaran, dan disiplin ilmu”. Fungsi pendidikan dapat dipandang sebagai pengawet dan penerus kebudayaan agar peserta didik menjadi anggota masyarakat sesuai dengan pandangan hidup atau falsafah bangsa dan negara.
Kurikulum harus mengutamakan anak sebagai sumber utama dalam pengembangan tujuan dalam bentuk kurikulum yang “child centered” . Antara anak dan masyarakat selalu terdapat interaksi, karena anak hidup dalam masyarakat dan memperoleh tujuan hidupnya dari masyarakat. Aspek pengetahuan masih tetap merupakan tujuan utama yang diperoleh melalui berbagai mata pelajaran. Aspek inilah yang dapat membawa anak kepada tingkat pendidikan yang lebih tinggi.
2.   Isi dan Struktur Kurikulum
Isi berkaitan dengan pengetahuan ilmiah dan pengalaman belajar yang harus diberikan kepada siswa dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Untuk menentukan isi kurikulum tersebut harus disesuaikan dengan tingkat dan jenjang pendidikan, perkembangan yang terjadi dalam masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, disamping juga tidak terlepas dari kaitannya dengan kondisi peserta didik (psikologi anak) pada setiap jenjang pendidikan tersebut.
Kriteria pemilihan isi kurikulum dapat mempertimbangkan sebagai berikut:
a.    Sesuai tujuan yang ingin dicapai
b.   Sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik
c.    Bermanfaat bagi peserta didik, masyarakat, bangsa dan negara baik untuk masa sekarang maupun masa yang akan datang.
d.   Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
3.   Strategi pelaksanaan kurikulum
Strategi pembelajaran dalam pelakasanaan suatu kurikulum adalah cara yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran. Suatu strategi pembelajaran mengandung pengertian terlaksananya kegiatan guru dan kegiatan siswa dalam proses pembelajaran. Mutu prose situ banyak sekali bergantung pada kemampuan guru dalam menguasai dan mengaplikasikan teori-teori keilmuan pendidikan.
Oleh karena itu kemampuan strategi pelaksanaannya memegang peranan penting. Bagaiamana baiknya perencanaan kurikulum, tanpa diwujudkan implementasinya secara maksimal tidak akan membawa hasil yang diharapkan. Guru harus mampu memilih pendekatan dan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pemebelajaran.
Metede menempati fungsi penting dalam implementasi kurikulum, karena memuat tugas-tugas yang perlu dikerjakan oleh siswa dan guru.
Dalam hubungannya dengan pendekatan pembelajaran, ada tiga alternatif yang dapat digunakan, yakni:
a.           Pendekatan yang berpusat pada mata pelajaran (matter center).
Penyampaian dilakukan melalui komunikasi antara guru dan siswa. Dalam rangkaian komunikasi tersebut dapat digunakan berbagai metode mengajar
b.           Pendekatan  yang berpusat pada siswa (student center).
c.            Pendekatan yang berorientasi pada kehidupan masyarakat (social center).
Guru harus mampu memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan tujuan, materi, siswa dan komponen lain dalam pembelajaran sehingga proses belajar-mengajar berjalan efektif.
Ada beberapa unsur dalam  strategi pembelajaran untuk melakasanakan suatu kurikulum, yakni:
1.   Tingkat dan jenjang pendidikan
Dalam sistem pendidikan kita dewasa ini ada tiga ketegori pendidikan foramal yakni pendidikan dasar, pendidikan menengah (pertama dan atas) dan pendidikan tinggi. Adanya perbedaan kategori jenis sekolah menyebabkan adanya perbedaan dalam hal komponen kurikulum. Misalnya perbedaan tujuan institusional, perbedaan isi dan strukutur pendidikan, perbedaan strategi pelaksanaan kurikulum, perbedaan sarana kurikulum, perbedaan system evaluasi dan lain sebagainya.
2.   Proses belajar mengajar
Pada hakekatnya pelaksaan kurikulum berfungsi untuk mempengaruhi anak didik untuk mencapai suatu tujuan pendidikan. Proses belajar mengajar merupakan kegiatan nyata mempengaruhi anak didik dalam suatu situasi yang memungkinkan terjadinya interaksi antara anak didik denagn guru siswa dan siswa serta sisiwa dengan lingkungan beljaranya. Komponen-komponen yang harus dipenuhi dalam kegiatan belajra-mengajar mencapai tujuan pembelajaran adalah bahan pengajaran atau isi pengajaran,metode mengajar dan alat bantu pengajaran serta penilaian dan evaluasi.
3.   Bimbingan penyuluhan
Proses belajar mengajar sebagai operasionalisasi dari kurikulum tidak semulus seperti yang diharapkan. Siswa sering tidak menguasai materi sehingga tujuan pendidikan tidak tercapai, maka upaya mengatsi kendala dengan diadakan kegiatan dinamakan bimbingan penyuluhan yang ditangani oleh counselor.
4.   Adminisrtasi dan supervise
Pelaksanaan kurikulum menuntut adanya upaya kerjasama yang terencana, terpola dan terprogram agar tujuan pendidikan dapat tercapai optimal. Upaya tersebut berkenaan dengan administrasi. Wujud operasional kegiatan ini mencakup bidang pengajaran, bidang keuangan, hubungan sekolah dengan masyarakat. Sisi lain yang erat dengan administrasi pendidikan ada;ah supervisi. Supevisi adalah bantuan yang diberikan kepada seluruh staf, khususnya guru untuk mengembangkan proses belajar mengajar yang efeektif dan efisien.
5.   Sarana kurikuler
Saran walaupun bersifat teknis namun mempunyai kontribusi yang tinngi terhadap kurikulum. Sarana kurikuler yang menunjang pelaksanaan kurikulum antara lain adalah sarana instruksional, sarana material, sarana personil.
6.   Evaluasi atau penilaian
Penilaian berfungsi sebagai control terhadap keberhasilan pembelajaran. Karena dari evaluasi dapat diketahui tingkat penguasaan tujuan pengajaran oleh siswa dalam hasil belajar yang dicapainya.
4.   Evaluasi kurikulum
Evaluasi secara etimologis berasal dari kata “evaluation” berarti “penilaian terhadap sesuatu”. Evaluasi  menurut B.S. Bloom seperti yang dikutip Dryanto adalah pengumpulan fakta secara sistematis untuk menetapkan bahwa telah terjadi perubahan dalam diri siswa dan menetapkan tingkat perubahan tersebut.  Evaluasi  ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan serta menilai proses pelaksanaan mengajar secara keseluruhan.
Tiap kegiatan akan memberikan umpan balik, demikian juga dalam pencapaian tujuan belajar dan proses pelaksanaan mengajar. Secara umum evaluasi dibedakan menjadi dua yaitu:
a)    Evaluasi hasil belajar
Dalam lingkup luas bahan dan jangka waktu belajar dibedakan antara evaluasi formatif dan sumatif.
1)     Evaluasi Formatif
Ditujukan untuk menilai pengusaan siswa terhadap tujuan-tujuan belajar atau kompetensi dasar dalam jangka waktu yang relative pendek. Dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah evaluasi formatif digunakan untuk menilai penguasaan siswa setelah siswa mempelajari satu pokok bahasan.
2)     Evaluasi Sumatif
Ditujukan untuk menilai penguasaan siswa terhadap tujuan-tujuan atau kompetensi yang lebih luas, sebagai hasil usaha belajar dalam jangka waktu yang cukup lama. Seperti satu semester, satu tahun atau selama jenjang pendidikan.
b)   Evaluasi Proses Pembelajaran
Komponen yang dievaluasi dalam pembelajaran bukan hanya hasil belajar mengajar tetapi keseluruhan pelaksanaan program pembelajaran, metode, media serta komponen evaluasi pembelajaran. Untuk mengevaluasi komponen-komponen dan proses pelaksanaan mengajar bukan hanya digunakan tes, tetapi digunakan bentuk-bentuk non tes seperti observasi, studi documenter, angket dan lain-lain.
Ada beberapa prinsip evaluasi pendidikan yang harus diperhatikan oleh evaluator dalam menjalankan tugasnya. Prinsip tersebut adalah:
1.   Evaluasi harus mengacu pada tujuan pembelajaran
2.   Evaluasi harus dilaksanakan secara obyektif
3.   Evaluasi harus dilaksanakan secara komprehensif atau menyeluruh
4.   Evaluasi harus dilaksakan secara terus menerus (kontinyu)
Penilaian dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah, berikut penjelasannya:
Penilaian yang dilakukan oleh pendidik dilaksanakan secara kontinyu yang dimaksudkan untuk memantau proses, kemajuan dan hasil belajar siswa. Bentuk penilaian tersebut bisa berupa ulangan harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester, dan ujian kenaikan kelas.
Penilaian yang dilakukan oleh satuan pendidikan bertujuan untuk menilai standar kompetensi lulusan untuk semua mata pelajaran.
Adapun penilaian yang dilakukan oleh pemerintah bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional terhadap beberapa mata pelajaran dalam bentuk ujian akhir nasional berstandar nasional (UASBN).





IV.         KESIMPULAN
Kurikulum adalah perangakat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik dalam satu periode jenjang pendidikan.
Komponen merupakan satu system dari berbagai komponen yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya, sebab kalau satu komponen saja tidak ada atau tidak berjalan sebagaimana mestinya
Empat komponen utama dalam kurikulum yakni:
1.        Tujuan kurikulum
Tujuan pendidikan secara umum dijabarkan dari falsafah bangsa, yakni pancasila. Pendidikan nasional berdasarkan pancasila bertujuan meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yakni manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan. Makna tujuan umum pendidikan tersebut pada hakikatnya membentuk manusia Indonesia yang mandiri dalam konteks kehidupan pribadi, masyarakat berbangsa dan bernegara, serta berkehidupan sebagai makhluk yang berketuhanan yang maha esa.
2.        Isi atau materi kurikulum
Untuk menentukan isi kurikulum tersebut harus disesuaikan dengan tingkat dan jenjang pendidikan, perkembangan yang terjadi dalam masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, disamping juga tidak terlepas dari kaitannya dengan kondisi peserta didik (psikologi anak) pada setiap jenjang pendidikan tersebut
3.        Strategi Pelaksanaan kurikulum
Strategi pembelajaran dalam pelakasanaan suatu kurikulum adalah cara yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran
4.        Evaluasi kurikulum
Evaluasi  ditujukan untuk menilai pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan serta menilai proses pelaksanaan mengajar secara keseluruhan
Ke empat komponen tersebut saling berkaitan satu sama lainnya sehingga merefleksikan satu kesatuan yang utuh sebagai program pendidikan.






Nana Syaodih Sukmadinata, Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010) hlm 102
http//infogratisfree.blogspot.com/…/pengertian-dan-komponen kurikulum.html diunduh pada hari senin, 25 november 2013 pukul 10.10
Syafruddin Nurdin, dkk, Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum (Jakarta:Ciputat Press, 2003) hlm 51-53
Zainal Arifin, Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012) hlm 88
Ibid, hlm 54
Ibid, hlm 90
Zaini Muhammad, pengembangan kurikulum konsep implementasi evaluasi dan inovasi,(Yoyakarta:Teras, 2009), hlm 86-90
Sudja’i Ahmad, pengembangan kurikulum, (Semarang: AKFI media, 2013), hlm57


27 komentar:

  1. Pengembangan kurikulum merupakan proses yang tidak pernah berakhir karna proses tersebut meliputi perencanaan, implementasi, dan evaluasi.( Olivia, 1988 ).

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih pak saya sangat setuju👍👍👍👍

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. setelah membaca komponen kkurikulum ini memang benar komponen merupakan bagian yg integral dan fungsional yg tidak terpisahkan dari suatu sistem kurikulum. karena komponen itu sendiri mmpunyai peranan yg sangat penting dlam pembentukan sistem kurikulum.. pada dasarnya kurikulum memang benar sebagai pedoman dan acuan bagi kita tenaga pendidik, tetapi tetap tergantung kepada pelaksanaan kurikulum yg trjadi di lapangan dan kurikulum harus senantiasa di kembangkan dan di sempurnakan agar sesuai dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas tanggapan nya semoga pendidik dapat melaksanakan perkembangan kurikulum dengan sempurna sesuai dengan laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

      Hapus
  4. Setiap komponen harus saling berkaitan satu sama lain, bila salah satu komponen yang membentuk sistem kurikulum terganggu atau tidak berkaitan dengan komponannya, maka sistem kurikulum pun akan terganggu pula.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat setuju karena Kurikulum merupakan suatu sistem yang memiliki komponen – komponen tertentu.

      Hapus
  5. Setiap komponen harus saling berkaitan satu sama lain, bila salah satu komponen yang membentuk sistem kurikulum terganggu atau tidak berkaitan dengan komponannya, maka sistem kurikulum pun akan terganggu pula.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat setuju karena Kurikulum merupakan suatu sistem yang memiliki komponen – komponen tertentu.

      Hapus
  6. kurikulum merupakan sebuah sistem yang terdiri dari beberapa komponen yang saling bersinergi satu dengan yang lainnya untuk mencapai suatu tujuan

    BalasHapus
  7. Luas atau tidaknya suatu program evaluasi kurikulum sebenarnya ditentukan oleh tujuan diadakannya evaluasi kurikulum

    BalasHapus
  8. Kurikulum 2013 memiliki 4 komponen antara tujuan, materi/isi, metode/strategi pembelajaran serta evaluasi.semua komponen tersebut memiliki keterkaitan yang erat satu dengan lain

    BalasHapus
  9. Salah satu dari komponen kurikulum adalah strategi pembelajaran.strategi pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk menyampaikan materi pembelajaran dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran. Artinya seorang pendidik harus mampu merancang pembelajaran sedemikian rupa dengan berbagai pendekatan,metode,model pembelajaran sehingga dalam proses pembelajaran peserta didik mendapatkan pengalaman yang bermakna serta menyenangkan sehingga peserta didik termotivasi untuk belajar dan dengan proses yang baik pasti akan menghasilkan capaian yang baik pula

    BalasHapus
  10. kurikulum merupakan suatu sistem dimana setiap komponennya memiliki peranan dan fungsi masing masing sehingga setiap komponen tersebut akan berkaitan satu sama lainnya

    BalasHapus
  11. Hasil-hasil evaluasi kurikulum digunakan oleh guru-guru, kepala sekolah dan para pelaksana pendidikan lainnya dalam memahami dan membantu perkembangan peserta didik, memilih bahan pelajaran, memilih metode dan alat-alat bantu pelajaran, cara penilaian serta fasilitas pendidikan lainnya

    BalasHapus
  12. Materi kurikulum pada hakekatnya adalah isi kurikulum. Dalam Undang-Undang Pendidikan, tentang Sistem Pendidikan Nasional telah ditetapkan bahwa...”Isi kurikulum menerapkan kajian dan pelajaran untuk mencapai tujuan penyelenggaraan satuan pendidikan yang bersangkutan dalam rangka upaya pencapaian tujuan pendidikan nasional 

    BalasHapus
  13. Antara satu komponen dengan komponen lainnya tidak dapat dipisahkan agar pengembangan kurikulum berjalan semestinya.(Waiting for my blog,pleas)

    BalasHapus
  14. Segala sesuatu yang telah diprogramkan akan dilaksanakan dalam proses belajar mengajar. Dalam kegiatan belajar mengajar akan melibatkan semua komponen pengajaran, kegiatan belajar akan menentukan sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai.

    BalasHapus
  15. Dalam kurikukum k13 strategi pembelajaran apa yang bagus untuk di gunakan oleh guru agar mencapai hasil yang maksimal?

    BalasHapus
  16. Nah, komponen yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya, yakni tujuan, materi, metode, media dan evaluasi. 😊

    BalasHapus
  17. Komponen kurikulum sangat bermanfaat bagi sekolah..untuk meningkatkan proses pembelajaran...

    BalasHapus
  18. Kurikulum 2013 lebih menekankan pada tiga ranah yang perlu dinilai, jika sudah dilaksanakan Kurikulum 2013 kemudian ketiga ranah tersebut yang digarisbawahi maka Ujian Nasional sudah bukan lagi acuan kelulusan.

    BalasHapus
  19. jika salah satu komponen kurikulum di terapkan tidak sesuai standar, kemungkinan akan terjadi ketimpangan ilmu terhadap peserta didik..

    BalasHapus
  20. menurut saya ada kelebihan dan kekurangannya
    kelebihannya dgn adanya globalisasi pendidikan indonesia harus mengikuti perkembangan jaman, dengan mengembangkan kurikulum sehingga mencetak anak bangsa yang mampu bersaing di tingkat internasional secara global.
    kekuranggannya, perubahan kurikulum ini terlalu mendadak, bagaimana tidak baru saja beberapa tahun lalu ganti kurikulum, sekarang mau ganti lagi. dan dalam perubahan kurikulum ini selain membuat bingung guru dan siswa yang mana metode dan materi belajar akan banyak berubah, pemerintah harus mengeluarkan dana cukup banyak untuk mencetak buku sesuai kurikulum baru...
    mungkin itu pendapat saya pribadi, sebagai siswa...

    BalasHapus
  21. menurut hemat saya. Guru juga tidak pernah dilibatkan langsung dalam proses pengembangan kurikulum 2013. Pemerintah melihat seolah-olah guru dan siswa mempunyai kapasitas yang sama.

    BalasHapus
  22. Kurikulum 2013 tanggap terhadap perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global. . Untuk tingkat SD, penerapan sikap masih dalam ruang lingkup lingkungan sekitar, sedangkan untuk tingkat SMP penerapan sikap dituntut untuk diterapkan pada lingkungan pergaulannya dimanapun ia berada. Sementara itu, untuk tingkat SMA/SMK, dituntut memiliki sikap kepribadian yang mencerminkan kepribadian bangsa dalam pergaulan dunia.

    BalasHapus
  23. saya setuju dengan adanya kurikulum K13 karena .Ada pengembangan karakter dan pendidikan budi pekerti yang telah diintegrasikan ke dalam semua program studi.

    BalasHapus