Selasa, 31 Oktober 2017

Survey Implementasi Kurikulum 2017

Implementasi Kurikulum 2017 di Sekolah Dasar
Tahun 2017 Implementasi Kurikulum 2013 memasuki tahun ke 4. Pada tahun 2014, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memberhentikan Kurikulum 2013 karena dinilai masih kurang sempurna. Pemberhentian itu diatur dalam Peraturan Menteri nomor 159 tahun 2014 tentang evaluasi Kurikulum 2013 yang dikeluarkan tanggal 14 Oktober 2014. Pemerintah melakukan evaluasi dan perbaikan K-13 sampai benar-benar siap digunakan di semua jenjang pendidikan.
Setelahnya, pada awal tahun 2016, kurikulum 2013 dinyatakan sudah selesai revisi dan akan disosialisasikan sebelum bulan Juli 2016. Dengan selesainya revisi kurikulum 2013 ini, pelaksanaan akan berlangsung secara bertahap. Artinya, dalam pelaksanaan tahun pelajaran 2016/2017, masih akan terjadi dualisme implementasi kurikulum, yaitu, KTSP 2006 dan K13.
Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam Kurikulum 2013, penekanan pada sekolah dasar diarahkan dalam aspek keterampilan siswa. Secara teori, apa yang diinginkan dalam kurikulum 2013 memang sangat bagus. Akan tetapi, dalam pelaksanaan kurikulum ini, masih sangat banyak pendukung-pendukung yang belum memadai dan dipersiapkan dengan matang.
Pengetahuan Dangkal
Dalam penerapan kurikulum 2013, semua mata pelajaran diaduk menjadi satu tema dalam konsep tematik. Tidak muncul nama satu mata pelajaranpun dalam kurikulum 2013. Penyampaian materi semua mata pelajaran dilakukan secara menyeluruh dalam satu tema. Guru memang harus benar-benar menguasai cara menyampaikan materi. Yang semula terpilah dalam mata pelajaran tertentu, berubah ke tema-tema yang sudah ditentukan.
Dampak yang terjadi dari pembelajaran tematik seperti ini sudah pastinya membuat pembelajaran terkesan sepenggal-sepenggal. Dari satu mata pelajaran, melompat ke mata pelajaran lain. Siswa seakan tidak merasakan perubahan mata pelajaran tersebut.
Format Penilaian Kompleks
Selain dari sisi materi yang diterima siswa, kita juga bisa melihat teknik penilaian dalam kurikulum 2013 yang sangat kompleks mulai dari penilaian sikap, penilaian produk, dan lain sebagainya. Penilaian ini harus dilakukan oleh guru ketika proses pembelajaran berlangsung. Hal ini pastinya menuntut guru untuk melihat satu-persatu apa yang dilakukan oleh siswa, agar nilai dapat benar-benar valid.
Hal yang diharapkan memang bagus, tapi apakah akan efektif dan bisa dilakukan oleh semua guru se-Indonesia? Pertanyaan ini pastinya sudah sering diutarakan oleh banyak pihak, termasuk guru itu sendiri. Dengan sistem penilaian semacam ini, yang banyak terjadi adalah praktik “mengaji” atau mengarang biji (nilai).
Guru cenderung lebih memilih cara praktis dalam menilai siswa yang mereka ajar. Yang terpenting bagi mereka adalah apa yang akan dijadikan laporan pembelajaran bisa ditulis dalam sebuah rekapitulasi hasil laporan penilaian. Meskipun mungkin, tanpa melihat proses yang dilakukan.
Mengacu pada permasalahan-permasalahan tersebut, pastinya pemerintah harus mengubah atau paling tidak memudahkan pelaksanaan kurikulum 2013. Jika yang ingin dicapai adalah keterampilan sebagai hasil yang paling banyak diharapkan pada sekolah dasar, akan lebih baik jika dalam segi penilaian juga tidak terlalu dipusingkan dengan format-format penilaian yang menyulitkan.
Selain itu, dalam tuntutan ilmu, pemerintah juga harus menerima risiko yang terjadi jika dalam aspek pengetahuan, akan mengalami penurunan karena yang ditekankan pada kurikulum 2013 adalah aspek keterampilan. Jangan sampai pemerintah melaksanakan kurikulum 2013, tetapi dalam pelaksanaan ujian atau kompetisi yang diadakan oleh dinas, malah cenderung pada aspek pengetahuan. Komitmen dan konsistensi pemerintah dalam kesuksesan kurikulum 2013 sangat dibutuhkan.
Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran
Dalam implementasi pembelajaran khususnya bagi guru kelas 1 sampai 3  di sekolah dasar mempunyai implikasi antara lain :
1.    Implikasi bagi guru
Kurikulum 2018 memerlukan guru  PPKN yang kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi anak, juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, menyenangkan dan utuh mengigat harus mengintegrasikan pelajaran IPA dan IPS dalam pembelajarannya.
2.    Implikasi bagi siswa
a.    Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual, pasangan, kelompok kecil ataupun klasikal.
b.    Siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan diskusi kelompok, mengadakan penelitian sederhana, dan pemecahan masalah
3.    Implikasi terhadap sarana, prasarana, sumber belajar dan media
Pembelajaran tematik pada hakekatnya menekankan pada siswa baik secara individual maupun kelompok untuk aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik. Oleh karena itu, dalam pelaksanaannya memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar. 
Pembelajaran ini perlu memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang sifatnya didisain secara khusus untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran (by design), maupun sumber belajar yang tersedia di lingkungan yang dapat dimanfaatkan (by utilization).
Pembelajaran ini juga perlu mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi sehingga akan membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang abstrak.
Penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar masih dapat menggunakan buku ajar yang sudah ada saat ini untuk masing-masing mata pelajaran dan dimungkinkan pula untuk menggunakan buku suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi
4.    Implikasi terhadap Pengaturan ruangan
Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik perlu melakukan pengaturan ruang agar suasana belajar menyenangkan. Pengaturan ruang tersebut meliputi:
a.    Ruang perlu ditata disesuaikan dengan topik yang sedang dilaksanakan.
b.    Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung
c.    Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat duduk di tikar/karpet
d.    Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanakan baik di dalam kelas maupun di luar kelas
e.    Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajarAlat, sarana dan sumber  belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk menggunakan dan menyimpannya kembali.
5.    Implikasi terhadap Pemilihan metode
Sesuai dengan karakteristik pembelajaran terintegrasi , maka dalam pembelajaran yang dilakukan perlu disiapkan berbagai variasi kegiatan dengan menggunakan multi metode. Misalnya percobaan, bermain peran, tanya jawab, demonstrasi, bercakap-cakap.



31 komentar:

  1. bagaimana cara bu merisa dalam menghadapi siswa yang kurang aktif dikelas saat proses pembelajarn K13 ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seharusnya guru itu tidak hanya semata mata menerangkan material di kelas tapi juga mendorong siswa untuk memikirkan isi dan materi pelajarannya.

      Hapus
  2. Saya sangat tertarik pada kalimat"Jangan sampai pemerintah melaksanakan kurikulum 2013, tetapi dalam pelaksanaan ujian atau kompetisi yang diadakan oleh dinas, malah cenderung pada nilai pengetahuan",tapi pada kenyataannya memang seperti itu buk merisa,yah kita harus bagaimana...mau bilang apa...

    BalasHapus
  3. Kurikulum 2013 baik diterapkan tetapi ada kendala salah satunya sarana prasarana pembelajaran. Apa yang sebaiknya di lakukan sekolah agar sarana prasarana tersedia sehingga pembelajaran kurikulum 2013 dapat dilaksanakan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebagai guru kita di tuntut untuk kreatif guru harus sebisa mungkin memanfaatkan sarana prasarana yg ada kita bisa memanfaatkan alam sebagai media buat pembelajaran

      Hapus
  4. Kurikulum 2013 diciptakan sebagai penyempurna dari kurikulum sebelumnya. Dalam implementasi kurikulum 2013 ini tentunya guru dituntut untuk lebih meningkatkan kinerjanya. Pengetahuan, keterampilan, dan sikap dari pendidik ini sangat diperlukan agar dapat melaksanakan kurikulum 2013 sesuai dengan amanat kurikulum.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju buk monic implementasi kurikulum 2013 ini menuntut guru untuk mengubah paradigma negatif tentang kurikulum sehingga dengan terbuka melaksanakan kurikulum 2013 ini sesuai dengan yang seharusnya. Di samping itu, guru juga perlu meningkatkan kualitas dirinya agar pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang dibutuhkan dapat berkembang sesuai dengan perkembangan profesionalismenya.

      Hapus
  5. Kurikulum 2013 lebih menekankan pada tiga ranah yang perlu dinilai, jika sudah dilaksanakan Kurikulum 2013 kemudian ketiga ranah tersebut yang digarisbawahi maka Ujian Nasional sudah bukan lagi acuan kelulusan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih gadih manaih atas tanggapan nya😉😉😉

      Hapus
  6. Memang bu kurikulum 2013 adalah kurikulum yang perlakuan dalam penilaian tidak asal asalan melainkan sesuai dengan kejadian yang benar terjadi maka dikatakan penilaian autentik untuk itu guru harus memahami cara penilaian nya dan memang guru harus merubah paradigma lama tentang penilaian yang selama ini dilakukan bila guru tidak merubah pola penilai yg dilakukan dengan penilaian kontektual maka kurikulum 2013 belum dilaksanakan dikelasnya

    BalasHapus
  7. Implementasi kurikulum 2013 memerlukan guru-guru kreatif, inovatif, mau berpikir dan bertindak secara secara “out of the box” untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya. Mereka adalah para pelukis masa depan anak-anak didiknya. Mereka adalah konduktor, sutradara, sekaligus penyusun skenario perjalanan belajar anak didiknya hingga selesai atau lulus dari satuan pendidikan.

    BalasHapus
  8. Dalam Kurikulum 2013 dikenal dengan pendekatan scientific. Pendekatan ini lebih menekankan pada pembelajaran yang mengaktifkan siswa. Pendekatan ini paling tidak dilaksanakan dengan melibatkan tiga model pembelajaran, di antaranya problem based learning, project based learning dan discovery learning. Ketiga model ini akan menunjang how to do yang dielu-elukan dalam Kurikulum 2013.

    BalasHapus
  9. Apapun kendala implementasi kurikulum dilapangqn jqnganlah memnuat kelemahan bagi kita untuk melanjutkqn pelaksanaan 2013 dengan bik agar terciptanya dn tercapai cit cita paradigma kita untuk menuju generasi ditahun 2046

    BalasHapus
  10. Dalam kurikulum 2013 di samping menggunakan pendekatan seintific,dalam pelaksanaannya menekankan 5 aspek penting yaitu mengamati,menanya,mencoba,menalar,dan komunikasi.Bagaimana pendapat Merisa tentanh kelima aspek tersebut ?

    BalasHapus
  11. ass, saya sangat tertarik diartikel mengatakan pada aspek pengetahuan akan mengalami penurunan dalam penerapan k13, karena k13 menekankan pada aspek keterampilan, mengapa bisa demikian ?

    BalasHapus
  12. Pada implementasi kurikulum 2013 guru diharapkan kreatif dalam mendesain alat/media pembelajaran,....oke.

    BalasHapus
  13. aslmkum ... Menurut ibuk bagaimana sebaiknya agar permasalahan2 yang dihadapi Guru saat ini bisa teratasi dengan baik?Terima kasih...

    BalasHapus
  14. Kita harus komitmen menjalankan curriculum 13, dan menambah kompetensi guru sebagai pendidik, guna meningkatkan kualitas pendidikan d indonesia...trimk...wslm...

    BalasHapus
  15. Kurikulum 2013, menuntut guru untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif. Artinya, guru harus menjadi manusia pembelajar. Permasalahannya, masih banyak guru yang belum mau menjadi manusia pembelajar. Padahal, seorang guru dituntut untuk terus menambah pengetahuan dan memperluas wawasannya, terlebih setelah diberlakukannya kurikulum 2013.

    BalasHapus
  16. dengan keterbatasan sarana dan prasarana menurut anda apakah implementasi Kurikulum 2013 dapat berjalan optimal dan bagaimana solusi meminimalkan hambatan implementasi K13 di daerah terpencil

    BalasHapus
  17. mengacu pada permasalahan-permasalahan tersebut,pastinya pemerintah harus mengubah atau paling tidak memudahkan pelaksanaan kurikulum 2013.jika yang ingin di capai adalah keterampilan sebagai hasil yang paling banyak di harapakan pada sekolah dasar akan lebih baik jika dalam segi penilaiannya juga tidak terlalu di fikirkan dengan format-format penilaian yang menyulitkan ...

    BalasHapus
  18. Pada kurtilas siswa baik secara individual maupun kelompok untuk aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik. Apa kira2 contoh dr prinsip holistik dan otentik tersebut?

    BalasHapus
  19. Nah, Kurikulum 2013 penekanan pada sekolah dasar diarahkan dalam aspek keterampilan siswa.😊

    BalasHapus
  20. Kak merisa, pada poin no 1 yaitu Implikasi bagi guru, Kurikulum 2018 memerlukan guru PPKN yang kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi anak. itu kurikulum 2013 apa kurikulum 2018 kak? 😊

    BalasHapus
  21. Menurut kak merisa bagaimana membuat peserta didik aktif dalam pembelajaran karena tidak semua peserta didik tertarik pada pembelajaran saat itu?

    BalasHapus
  22. ada baiknya buk merisa menjabarkan tentang kekurangan dan kendala yang dialami selama praktik kurikulum 2013!

    BalasHapus
  23. sedikit tambahan perbedaan antara K13 dan KTSP
    Perbedaan KTSP dengan kurikulum 2013 yaitu kalau kurikulum 2013 aspek kopetensi lulusan ada keseimbangan soft skills dan hard skills sedangkan pada KTSP lebih menekankan pada aspek pengetahuan. Pada kurikulum 2013 jumlah jam pelajaran perminggu lebih banyak dan jumlah mata pelajaran lebih sedikit, sedangkan KTSP jumlah jam pelajaran lebih sedikit dan jumlah mata pelajaran lebih banyak Pada kurikulum 2013 TIK bukan sebagai mata pelajaran sedangkan KTSP TIK merupakan mata pelajaran. Pada kurikulum 2013 standar penilaian menggunakan penilaian otentik sedangkan KTSP penilaiannya lebih dominan pada aspek pengetahuan. Pada kurikulum 2013 pramuka menjadi ekstrakulikuler wajib sedangkan KTSP pramuka tidak diwajibkan.

    BalasHapus
  24. berdasarkan pengalaman saya Konten kurikulum masih terlalu padat yang ditunjukkan dengan banyaknya mata pelajaran dan banyak materi yang keluasan dan kesukarannya melampaui tingkat kemampuan siswa.

    BalasHapus
  25. Kurikulum K13 bagus untuk membentuk kreativitas anak dan melatih keberanian mereka. Penilaian juga dilihat dari sikap, perilaku, dan keaktivan di kelas. Jadi guru harus mengamati murid-muridnya.

    BalasHapus
  26. Dari penjelasan di atas buk merisa mengatakan siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual, pasangan, kelompok kecil ataupun klasikal. Dan menurut pendapat ibu apa yang harus di lakukan guru untuk menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan tidak membosankan untuk siswa sehingga siswa siap mengikuti pembelajaran k13?

    BalasHapus
  27. Evaluasi Implementasi Kurikulum 2013 di tahun 2017 namanya tidak berubah menjadi Kurikulum 2017, akan tetapi masih tetap sama memakai nama/istilah kurikulum 2013.

    BalasHapus