Implementasi Kurikulum 2017 di
Sekolah Dasar
Tahun 2017 Implementasi
Kurikulum 2013 memasuki tahun ke 4. Pada tahun 2014, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan telah memberhentikan Kurikulum 2013 karena dinilai masih kurang
sempurna. Pemberhentian itu diatur dalam Peraturan Menteri nomor 159 tahun 2014
tentang evaluasi Kurikulum 2013 yang dikeluarkan tanggal 14 Oktober 2014.
Pemerintah melakukan evaluasi dan perbaikan K-13 sampai benar-benar siap
digunakan di semua jenjang pendidikan.
Setelahnya,
pada awal tahun 2016, kurikulum 2013 dinyatakan sudah selesai revisi dan akan
disosialisasikan sebelum bulan Juli 2016. Dengan selesainya revisi kurikulum
2013 ini, pelaksanaan akan berlangsung secara bertahap. Artinya, dalam
pelaksanaan tahun pelajaran 2016/2017, masih akan terjadi dualisme implementasi
kurikulum, yaitu, KTSP 2006 dan K13.
Sebagaimana kita ketahui bahwa
dalam Kurikulum 2013, penekanan pada sekolah dasar diarahkan dalam aspek
keterampilan siswa. Secara teori, apa yang diinginkan dalam kurikulum 2013
memang sangat bagus. Akan tetapi, dalam pelaksanaan kurikulum ini, masih sangat
banyak pendukung-pendukung yang belum memadai dan dipersiapkan dengan matang.
Pengetahuan Dangkal
Dalam
penerapan kurikulum 2013, semua mata pelajaran diaduk menjadi satu tema dalam
konsep tematik. Tidak muncul nama satu mata pelajaranpun dalam kurikulum 2013.
Penyampaian materi semua mata pelajaran dilakukan secara menyeluruh dalam satu
tema. Guru memang harus benar-benar menguasai cara menyampaikan materi. Yang
semula terpilah dalam mata pelajaran tertentu, berubah ke tema-tema yang sudah
ditentukan.
Dampak
yang terjadi dari pembelajaran tematik seperti ini sudah pastinya membuat
pembelajaran terkesan sepenggal-sepenggal. Dari satu mata pelajaran, melompat
ke mata pelajaran lain. Siswa seakan tidak merasakan perubahan mata pelajaran
tersebut.
Format Penilaian Kompleks
Selain
dari sisi materi yang diterima siswa, kita juga bisa melihat teknik penilaian
dalam kurikulum 2013 yang sangat kompleks mulai dari penilaian sikap, penilaian
produk, dan lain sebagainya. Penilaian ini harus dilakukan oleh guru ketika
proses pembelajaran berlangsung. Hal ini pastinya menuntut guru untuk melihat
satu-persatu apa yang dilakukan oleh siswa, agar nilai dapat benar-benar valid.
Hal
yang diharapkan memang bagus, tapi apakah akan efektif dan bisa dilakukan oleh
semua guru se-Indonesia? Pertanyaan ini pastinya sudah sering diutarakan oleh
banyak pihak, termasuk guru itu sendiri. Dengan sistem penilaian semacam ini,
yang banyak terjadi adalah praktik “mengaji” atau mengarang biji (nilai).
Guru
cenderung lebih memilih cara praktis dalam menilai siswa yang mereka ajar. Yang
terpenting bagi mereka adalah apa yang akan dijadikan laporan pembelajaran bisa
ditulis dalam sebuah rekapitulasi hasil laporan penilaian. Meskipun mungkin,
tanpa melihat proses yang dilakukan.
Mengacu
pada permasalahan-permasalahan tersebut, pastinya pemerintah harus mengubah
atau paling tidak memudahkan pelaksanaan kurikulum 2013. Jika yang ingin dicapai
adalah keterampilan sebagai hasil yang paling banyak diharapkan pada sekolah
dasar, akan lebih baik jika dalam segi penilaian juga tidak terlalu dipusingkan
dengan format-format penilaian yang menyulitkan.
Selain
itu, dalam tuntutan ilmu, pemerintah juga harus menerima risiko yang terjadi
jika dalam aspek pengetahuan, akan mengalami penurunan karena yang ditekankan
pada kurikulum 2013 adalah aspek keterampilan. Jangan sampai pemerintah
melaksanakan kurikulum 2013, tetapi dalam pelaksanaan ujian atau kompetisi yang
diadakan oleh dinas, malah cenderung pada aspek pengetahuan. Komitmen dan
konsistensi pemerintah dalam kesuksesan kurikulum 2013 sangat dibutuhkan.
Implementasi
Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran
Dalam implementasi pembelajaran khususnya bagi guru kelas 1 sampai 3
di sekolah dasar mempunyai implikasi antara lain :
1. Implikasi bagi guru
Kurikulum 2018 memerlukan
guru PPKN yang kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar
bagi anak, juga dalam memilih kompetensi dari berbagai mata pelajaran dan
mengaturnya agar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, menyenangkan dan
utuh mengigat harus mengintegrasikan pelajaran IPA dan IPS dalam
pembelajarannya.
2. Implikasi bagi siswa
a.
Siswa harus siap mengikuti
kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik
secara individual, pasangan, kelompok kecil ataupun klasikal.
b.
Siswa harus siap mengikuti
kegiatan pembelajaran yang bervariasi secara aktif misalnya melakukan diskusi
kelompok, mengadakan penelitian sederhana, dan pemecahan masalah
3. Implikasi terhadap sarana, prasarana, sumber belajar
dan media
Pembelajaran tematik pada
hakekatnya menekankan pada siswa baik secara individual maupun kelompok untuk
aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara
holistik dan otentik. Oleh karena itu, dalam
pelaksanaannya memerlukan berbagai sarana dan prasarana belajar.
Pembelajaran ini perlu
memanfaatkan berbagai sumber belajar baik yang sifatnya didisain secara khusus
untuk keperluan pelaksanaan pembelajaran (by design), maupun sumber belajar
yang tersedia di lingkungan yang dapat dimanfaatkan (by utilization).
Pembelajaran ini juga perlu
mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi sehingga akan
membantu siswa dalam memahami konsep-konsep yang abstrak.
Penerapan pembelajaran tematik di
sekolah dasar masih dapat menggunakan buku ajar yang sudah ada saat ini untuk
masing-masing mata pelajaran dan dimungkinkan pula untuk menggunakan buku
suplemen khusus yang memuat bahan ajar yang terintegrasi
4. Implikasi terhadap Pengaturan ruangan
Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran
tematik perlu melakukan pengaturan ruang agar suasana belajar
menyenangkan. Pengaturan ruang tersebut
meliputi:
a. Ruang perlu ditata disesuaikan dengan topik yang
sedang dilaksanakan.
b. Susunan bangku peserta didik dapat berubah-ubah
disesuaikan dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung
c. Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi dapat
duduk di tikar/karpet
d. Kegiatan hendaknya bervariasi dan dapat dilaksanakan
baik di dalam kelas maupun di luar kelas
e. Dinding kelas dapat dimanfaatkan untuk memajang hasil
karya peserta didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajarAlat, sarana dan
sumber belajar hendaknya dikelola sehingga memudahkan peserta didik untuk
menggunakan dan menyimpannya kembali.
5. Implikasi terhadap Pemilihan metode
Sesuai dengan karakteristik
pembelajaran terintegrasi , maka dalam pembelajaran yang dilakukan perlu disiapkan
berbagai variasi kegiatan dengan menggunakan multi metode. Misalnya percobaan,
bermain peran, tanya jawab, demonstrasi, bercakap-cakap.
bagaimana cara bu merisa dalam menghadapi siswa yang kurang aktif dikelas saat proses pembelajarn K13 ?
BalasHapusSeharusnya guru itu tidak hanya semata mata menerangkan material di kelas tapi juga mendorong siswa untuk memikirkan isi dan materi pelajarannya.
HapusSaya sangat tertarik pada kalimat"Jangan sampai pemerintah melaksanakan kurikulum 2013, tetapi dalam pelaksanaan ujian atau kompetisi yang diadakan oleh dinas, malah cenderung pada nilai pengetahuan",tapi pada kenyataannya memang seperti itu buk merisa,yah kita harus bagaimana...mau bilang apa...
BalasHapusKurikulum 2013 baik diterapkan tetapi ada kendala salah satunya sarana prasarana pembelajaran. Apa yang sebaiknya di lakukan sekolah agar sarana prasarana tersedia sehingga pembelajaran kurikulum 2013 dapat dilaksanakan?
BalasHapusSebagai guru kita di tuntut untuk kreatif guru harus sebisa mungkin memanfaatkan sarana prasarana yg ada kita bisa memanfaatkan alam sebagai media buat pembelajaran
HapusKurikulum 2013 diciptakan sebagai penyempurna dari kurikulum sebelumnya. Dalam implementasi kurikulum 2013 ini tentunya guru dituntut untuk lebih meningkatkan kinerjanya. Pengetahuan, keterampilan, dan sikap dari pendidik ini sangat diperlukan agar dapat melaksanakan kurikulum 2013 sesuai dengan amanat kurikulum.
BalasHapusSetuju buk monic implementasi kurikulum 2013 ini menuntut guru untuk mengubah paradigma negatif tentang kurikulum sehingga dengan terbuka melaksanakan kurikulum 2013 ini sesuai dengan yang seharusnya. Di samping itu, guru juga perlu meningkatkan kualitas dirinya agar pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang dibutuhkan dapat berkembang sesuai dengan perkembangan profesionalismenya.
HapusKurikulum 2013 lebih menekankan pada tiga ranah yang perlu dinilai, jika sudah dilaksanakan Kurikulum 2013 kemudian ketiga ranah tersebut yang digarisbawahi maka Ujian Nasional sudah bukan lagi acuan kelulusan.
BalasHapusTerimakasih gadih manaih atas tanggapan nya😉😉😉
HapusMemang bu kurikulum 2013 adalah kurikulum yang perlakuan dalam penilaian tidak asal asalan melainkan sesuai dengan kejadian yang benar terjadi maka dikatakan penilaian autentik untuk itu guru harus memahami cara penilaian nya dan memang guru harus merubah paradigma lama tentang penilaian yang selama ini dilakukan bila guru tidak merubah pola penilai yg dilakukan dengan penilaian kontektual maka kurikulum 2013 belum dilaksanakan dikelasnya
BalasHapusImplementasi kurikulum 2013 memerlukan guru-guru kreatif, inovatif, mau berpikir dan bertindak secara secara “out of the box” untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya. Mereka adalah para pelukis masa depan anak-anak didiknya. Mereka adalah konduktor, sutradara, sekaligus penyusun skenario perjalanan belajar anak didiknya hingga selesai atau lulus dari satuan pendidikan.
BalasHapusDalam Kurikulum 2013 dikenal dengan pendekatan scientific. Pendekatan ini lebih menekankan pada pembelajaran yang mengaktifkan siswa. Pendekatan ini paling tidak dilaksanakan dengan melibatkan tiga model pembelajaran, di antaranya problem based learning, project based learning dan discovery learning. Ketiga model ini akan menunjang how to do yang dielu-elukan dalam Kurikulum 2013.
BalasHapusApapun kendala implementasi kurikulum dilapangqn jqnganlah memnuat kelemahan bagi kita untuk melanjutkqn pelaksanaan 2013 dengan bik agar terciptanya dn tercapai cit cita paradigma kita untuk menuju generasi ditahun 2046
BalasHapusDalam kurikulum 2013 di samping menggunakan pendekatan seintific,dalam pelaksanaannya menekankan 5 aspek penting yaitu mengamati,menanya,mencoba,menalar,dan komunikasi.Bagaimana pendapat Merisa tentanh kelima aspek tersebut ?
BalasHapusass, saya sangat tertarik diartikel mengatakan pada aspek pengetahuan akan mengalami penurunan dalam penerapan k13, karena k13 menekankan pada aspek keterampilan, mengapa bisa demikian ?
BalasHapusPada implementasi kurikulum 2013 guru diharapkan kreatif dalam mendesain alat/media pembelajaran,....oke.
BalasHapusaslmkum ... Menurut ibuk bagaimana sebaiknya agar permasalahan2 yang dihadapi Guru saat ini bisa teratasi dengan baik?Terima kasih...
BalasHapusKita harus komitmen menjalankan curriculum 13, dan menambah kompetensi guru sebagai pendidik, guna meningkatkan kualitas pendidikan d indonesia...trimk...wslm...
BalasHapusKurikulum 2013, menuntut guru untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif. Artinya, guru harus menjadi manusia pembelajar. Permasalahannya, masih banyak guru yang belum mau menjadi manusia pembelajar. Padahal, seorang guru dituntut untuk terus menambah pengetahuan dan memperluas wawasannya, terlebih setelah diberlakukannya kurikulum 2013.
BalasHapusdengan keterbatasan sarana dan prasarana menurut anda apakah implementasi Kurikulum 2013 dapat berjalan optimal dan bagaimana solusi meminimalkan hambatan implementasi K13 di daerah terpencil
BalasHapusmengacu pada permasalahan-permasalahan tersebut,pastinya pemerintah harus mengubah atau paling tidak memudahkan pelaksanaan kurikulum 2013.jika yang ingin di capai adalah keterampilan sebagai hasil yang paling banyak di harapakan pada sekolah dasar akan lebih baik jika dalam segi penilaiannya juga tidak terlalu di fikirkan dengan format-format penilaian yang menyulitkan ...
BalasHapusPada kurtilas siswa baik secara individual maupun kelompok untuk aktif mencari, menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik dan otentik. Apa kira2 contoh dr prinsip holistik dan otentik tersebut?
BalasHapusNah, Kurikulum 2013 penekanan pada sekolah dasar diarahkan dalam aspek keterampilan siswa.😊
BalasHapusKak merisa, pada poin no 1 yaitu Implikasi bagi guru, Kurikulum 2018 memerlukan guru PPKN yang kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman belajar bagi anak. itu kurikulum 2013 apa kurikulum 2018 kak? 😊
BalasHapusMenurut kak merisa bagaimana membuat peserta didik aktif dalam pembelajaran karena tidak semua peserta didik tertarik pada pembelajaran saat itu?
BalasHapusada baiknya buk merisa menjabarkan tentang kekurangan dan kendala yang dialami selama praktik kurikulum 2013!
BalasHapussedikit tambahan perbedaan antara K13 dan KTSP
BalasHapusPerbedaan KTSP dengan kurikulum 2013 yaitu kalau kurikulum 2013 aspek kopetensi lulusan ada keseimbangan soft skills dan hard skills sedangkan pada KTSP lebih menekankan pada aspek pengetahuan. Pada kurikulum 2013 jumlah jam pelajaran perminggu lebih banyak dan jumlah mata pelajaran lebih sedikit, sedangkan KTSP jumlah jam pelajaran lebih sedikit dan jumlah mata pelajaran lebih banyak Pada kurikulum 2013 TIK bukan sebagai mata pelajaran sedangkan KTSP TIK merupakan mata pelajaran. Pada kurikulum 2013 standar penilaian menggunakan penilaian otentik sedangkan KTSP penilaiannya lebih dominan pada aspek pengetahuan. Pada kurikulum 2013 pramuka menjadi ekstrakulikuler wajib sedangkan KTSP pramuka tidak diwajibkan.
berdasarkan pengalaman saya Konten kurikulum masih terlalu padat yang ditunjukkan dengan banyaknya mata pelajaran dan banyak materi yang keluasan dan kesukarannya melampaui tingkat kemampuan siswa.
BalasHapusKurikulum K13 bagus untuk membentuk kreativitas anak dan melatih keberanian mereka. Penilaian juga dilihat dari sikap, perilaku, dan keaktivan di kelas. Jadi guru harus mengamati murid-muridnya.
BalasHapusDari penjelasan di atas buk merisa mengatakan siswa harus siap mengikuti kegiatan pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual, pasangan, kelompok kecil ataupun klasikal. Dan menurut pendapat ibu apa yang harus di lakukan guru untuk menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan tidak membosankan untuk siswa sehingga siswa siap mengikuti pembelajaran k13?
BalasHapusEvaluasi Implementasi Kurikulum 2013 di tahun 2017 namanya tidak berubah menjadi Kurikulum 2017, akan tetapi masih tetap sama memakai nama/istilah kurikulum 2013.
BalasHapus